Al-Baqara
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَلَمَّا جَآءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ وَرَآءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ 101
(101) Maksudnya, ketika Rasul yang mulia ini, Muhammad ﷺ, telah datang kepada mereka dengan membawa kitab yang agung dengan kebenaran yang sesuai dengan apa yang ada pada mereka, sedang mereka mengaku bahwa mereka berpegang teguh kepada kitab mereka tersebut, lalu ketika mereka mengingkari Rasul tersebut dan apa yang beliau bawa, maka ﴾ نَبَذَ فَرِيقٞ مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ ﴿ "orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah" yang diturunkan kepada mereka, maksudnya mereka melemparnya karena benci terhadapnya, ﴾ وَرَآءَ ظُهُورِهِمۡ ﴿ "ke belakang (punggung)nya." Ini adalah sikap parah dalam pengingkaran, seolah-olah mereka, dengan tindakannya itu, adalah orang-orang yang tidak tahu, padahal mereka mengetahui kebenarannya dan hakikat kitab yang dibawanya. Maka jelaslah dengan hal ini bahwa kelom-pok ini berasal dari ahli kitab yang mana kitab tersebut tidak akan tetap berada di tangan mereka selama mereka tidak beriman kepada Rasul tersebut, maka kekufuran mereka kepada Nabi ﷺ adalah sebuah pengingkaran terhadap kitab mereka sendiri, tanpa mereka sadari. Ketika hukum takdir dan hikmah Tuhan bahwa barangsiapa yang meninggalkan suatu hal yang bermanfaat baginya dan sangat mungkin dia mengambil manfaat darinya, namun tidak dia man-faatkan, niscaya dia akan diuji dengan disibukkan oleh suatu hal yang justru memudaratkannya, maka barangsiapa yang mening-galkan penyembahan kepada Dzat yang Maha Pengasih, niscaya dia diuji dengan menyembah berhala, dan barangsiapa yang me-ninggalkan cinta kepada Allah, takut dan berharap kepadaNya, niscaya akan diuji dengan cinta kepada selain Allah, takut dan mengharapnya, barangsiapa yang tidak mengeluarkan hartanya dalam ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan mengeluarkannya dalam ketaatan kepada setan, barangsiapa yang meninggalkan kepasrahan hanya kepada Rabbnya, niscaya ia akan diuji dengan kepasrahan kepada hamba-hambaNya, dan barangsiapa yang me-ninggalkan kebenaran, niscaya dia akan diuji dengan kebatilan.