Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Maryam
Sūrah 19

Maryam

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 74

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَـٰثًا وَرِءْيًا 74

(74) Ini sebuah petunjuk yang berada pada tingkatan paling rusak, termasuk dalam kategori membolak-balikkan fakta-fakta. Jika bukan demikian (sasarannya), maka sesungguhnya gelimang harta dan anak yang banyak serta penampilan elok, kerap kali justru menjadi penyebab kebinasaan pemiliknya, kesengsaraan, serta kejahatannya. Sebab itu, Allah berfirman, ﴾ وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّن قَرۡنٍ هُمۡ أَحۡسَنُ أَثَٰثٗا ﴿ "Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya," yaitu perabotan-perabotan, berupa bejana-bejana, ranjang-ranjang, rumah-rumah tempat tinggal dan ornamen-ornamen penghias, ﴾ وَرِءۡيٗا 74 ﴿ "dan lebih sedap dipandang mata," maksudnya lebih bagus penam-pilan dan rupa fisiknya berupa kehidupan yang enak, kenikmatan-kenikmatan yang membahagiakan dan penampilan yang elok. Jika orang-orang yang sudah dibinasakan ini kondisinya lebih baik daripada orang-orang kafir (Quraisy) ini, sementara semua itu tidak bisa menolak kedatangan azab kepada mereka, lalu bagaimana mungkin orang-orang kafir Makkah selamat dari azab padahal mereka lebih miskin dan lebih hina daripada mereka?! ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ 43 ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari-pada mereka itu, atau apakah kalian telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu." (Al-Qamar: 43). Dari sini dapat diketahui, bahwa menjadikan "kemakmuran duniawi seseorang sebagai indikator kebaikannya di akhirat" me-rupakan argumen yang sangat buruk. Dan itu termasuk metode orang-orang kafir.