Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Maryam
Sūrah 19

Maryam

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 53

وَوَهَبْنَا لَهُۥ مِن رَّحْمَتِنَآ أَخَاهُ هَـٰرُونَ نَبِيًّا 53

(53) ﴾ وَوَهَبۡنَا لَهُۥ مِن رَّحۡمَتِنَآ أَخَاهُ هَٰرُونَ نَبِيّٗا 53 ﴿ "Dan Kami telah menganu-gerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi." Anugerah ini termasuk sifat keutamaan Nabi Musa, kebaikan, dan ketulusannya yang paling besar kepada sau-daranya. Dia memohon agar Allah menjadikan saudaranya sebagai teman dalam urusannya dan menjadikannya juga sebagai rasul. Maka Allah pun mengabulkan permohonannya itu. Allah mem-berikan rahmat bagi Musa kepada saudaranya yaitu Harun sebagai seorang nabi. Maka (dengan demikian) kenabian Harun mengikuti kenabian Musa عليه السلام. Maka dia membantu tugas Musa dan meno-longnya.