Hud
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَنَادَىٰ نُوحٌ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبْنِى مِنْ أَهْلِى وَإِنَّ وَعْدَكَ ٱلْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ ٱلْحَـٰكِمِينَ 45
(45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam.