Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Yunus
Sūrah 10

Yunus

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 76

فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُوٓا۟ إِنَّ هَـٰذَا لَسِحْرٌ مُّبِينٌ 76

(76) ﴾ فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ مِنۡ عِندِنَا ﴿ "Dan tatkala telah datang kepada me-reka kebenaran dari sisi Kami", yang merupakan kebenaran terbesar dan teragung. Ia dari sisi Allah yang mana seluruh leher tunduk kepada keagunganNya. Dia adalah Rabb semesta alam yang men-didik makhlukNya dengan nikmat-nikmatNya. Tatkala kebenaran dari Allah datang kepada mereka melalui Musa, maka mereka me-nolaknya dan tidak menerimanya. ﴾ قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰذَا لَسِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Mereka berkata, 'Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata'." Mereka merasa tidak cukup –semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka– dengan berpaling dan menolak lebih dari itu, mereka menjadikan-nya sebagai kebatilan yang paling batil yaitu sihir yang hakikat sebenarnya adalah bualan, bahkan mereka menjadikannya sebagai sihir yang jelas lagi nyata padahal sebenarnya ia adalah kebenaran yang nyata.