Al-Faatiha
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ 4
(4) ﴾ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "Yang menguasai Hari Pembalasan." Yakni Yang menguasai, yaitu Dzat yang bersifat memiliki, yang di antara tanda-tandanya adalah bahwa Dia memerintah dan melarang, memberikan balasan dan memberikan hukuman, bertindak dengan kekuasaanNya dengan segala bentuk tindakan. Dia sandarkan kata "Menguasai" kepada kalimat "Hari Pem-balasan" yaitu Hari Kiamat, hari di mana manusia akan diberikan balasan perbuatan-perbuatan mereka yang baik maupun yang buruk, karena pada hari itu akan nampak jelas terungkap bagi se-luruh makhluk dengan sejelas-jelasnya, kesempurnaan kekuasaan Allah, keadilan serta hikmahNya, dan kekuasaan-kekuasaan para makhluk terputus di sana, hingga pada hari itu akan sama para raja dan rakyat jelata, budak dan manusia merdeka; semuanya ter-tunduk di bawah keagungan Allah, patuh karena kemuliaanNya, seraya menunggu perhitunganNya, dengan mengharap-harap ganjaranNya, dan khawatir terhadap hukumanNya. Oleh karena itu Dia menyebutkan kata tersebut secara khusus (di sini), karena kalau tidak demikian, pastilah Dia adalah penguasa Hari Pemba-lasan maupun hari-hari selainnya.