الشورى
هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.
النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22
ٱسْتَجِيبُوا۟ لِرَبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۚ مَا لَكُم مِّن مَّلْجَإٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُم مِّن نَّكِيرٍ ٤٧
(47) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hamba-hambaNya untuk memenuhi seruanNya dengan mematuhi apa-apa yang diperin-tahkanNya dan menjauhi apa-apa yang dilarangNya, dan dengan segera melakukan hal tersebut serta tidak menunda-nunda waktu, ﴾ مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ ﴿ "sebelum datang" Hari Kiamat yang apabila telah da-tang tidak mungkin bisa ditolak dan tidak mungkin lagi mengejar ketertinggalan. Dan pada hari itu seorang hamba tidak memiliki tempat yang bisa digunakan untuk berlindung agar bisa terhindar dari Allah dan lari dariNya. Malah para malaikat telah mengelilingi semua manusia dari belakang mereka dan mereka diseru, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ 33 ﴿ "Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (me-lintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat me-nembusnya kecuali dengan kekuatan." (Ar-Rahman: 33). Dan pada saat itu manusia tidak bisa mengingkari apa-apa yang telah diperbuatnya dan tindakan-tindakan kejahatan yang telah dilakukannya. Bahkan, kalaupun ia mengingkari, niscaya seluruh anggota tubuhnya memberikan kesaksian melawannya. Ayat ini dan yang semisal dengannya mengandung celaan terhadap angan-angan dan mengandung perintah untuk menggu-nakan kesempatan (momen) untuk melakukan amal (perbuatan baik) yang bisa dilakukan saat itu, sebab menunda-nunda waktu itu mendatangkan mudarat.