انتقل إلى المحتوى
Tafsir As-Saadi - Indonesian · القصص
السورة ٢٨

القصص

هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.

النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22

الآيات ١٨–١٩

فَأَصْبَحَ فِى ٱلْمَدِينَةِ خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا ٱلَّذِى ٱسْتَنصَرَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُۥ ۚ قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰٓ إِنَّكَ لَغَوِىٌّ مُّبِينٌ ١٨ فَلَمَّآ أَنْ أَرَادَ أَن يَبْطِشَ بِٱلَّذِى هُوَ عَدُوٌّ لَّهُمَا قَالَ يَـٰمُوسَىٰٓ أَتُرِيدُ أَن تَقْتُلَنِى كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًۢا بِٱلْأَمْسِ ۖ إِن تُرِيدُ إِلَّآ أَن تَكُونَ جَبَّارًا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِينَ ١٩

(18-19) Setelah terjadi pembunuhan yang dilakukannya terhadap orang yang berasal dari musuhnya, maka dia menjadi ﴾ فِي ٱلۡمَدِينَةِ خَآئِفٗا يَتَرَقَّبُ ﴿ "merasa takut menunggu-nunggu di kota itu," apa-kah diketahui oleh keluarga Fir'aun ataukah tidak? Sebenarnya dia merasa takut, karena dia tahu bahwa tidak akan ada seorang pun yang berani melakukan perbuatan seperti ini kecuali Musa dari Bani Israil. Ketika dia dalam keadaan seperti itu, ﴾ فَإِذَا ٱلَّذِي ٱسۡتَنصَرَهُۥ بِٱلۡأَمۡسِ ﴿ "maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin," untuk melawan musuhnya, ﴾ يَسۡتَصۡرِخُهُۥۚ ﴿ "berteriak meminta pertolongan ke-padanya," untuk melawan seorang Qibthi lain. ﴾ قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰٓ ﴿ "Musa berkata kepadanya," seraya mencela sikap orang itu, ﴾ إِنَّكَ لَغَوِيّٞ مُّبِينٞ ﴿ "Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata," maksudnya nyata kesesatannya dan menampakkan kelancangan.﴾ فَلَمَّآ أَنۡ أَرَادَ أَن يَبۡطِشَ ﴿ "Maka tatkala dia hendak memegang dengan keras," maksudnya, Musa hendak mencengkeram dengan keras ﴾ بِٱلَّذِي هُوَ عَدُوّٞ لَّهُمَا ﴿ "orang yang menjadi musuh keduanya," musuhnya dan musuh orang yang meminta pertolongan kepada Musa. Maksudnya, pada saat per-kelahian sedang berlangsung antara orang dari bangsa Qibthi dan seorang berkebangsaan Isra`il, maka yang dari bangsa Isra`il ini meminta pertolongan kepada Musa, lalu jiwa kesukuan pun bangkit hingga membuat Musa bermaksud menampar orang Qibthi itu, maka ﴾ قَالَ ﴿ "musuhnya berkata," maksudnya orang yang dari bangsa Qibthi itu berkata kepada Musa untuk mencela tindakannya mem-bunuh orang lain, ﴾ أَتُرِيدُ أَن تَقۡتُلَنِي كَمَا قَتَلۡتَ نَفۡسَۢا بِٱلۡأَمۡسِۖ إِن تُرِيدُ إِلَّآ أَن تَكُونَ جَبَّارٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu ke-marin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melain-kan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di bumi ini," karena di antara jejak terbesar dari tindakan orang yang semena-mena di bumi ini adalah membunuh jiwa manusia dengan alasan tidak benar, ﴾ وَمَا تُرِيدُ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡمُصۡلِحِينَ ﴿ "dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian." Kalau tidak, dan kalau seandainya kamu menghendaki perdamaian, nis-caya kamu telah melerai antara aku dengannya tanpa harus mem-bunuh salah satu (di antara kami). Maka Musa menahan diri dari membunuhnya dan sadar karena nasihat dan tegurannya.