الإسراء
هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.
النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَـٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَـٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَفَضَّلْنَـٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا ٧٠
(70) Ini adalah salah satu kemurahan dan kebaikan Allah yang tidak terukur kadarnya kepada mereka, yang mana Dia me-muliakan Bani Adam dengan semua bentuk kemuliaan. Allah me-muliakan mereka dengan ilmu dan akal. Allah mengutus para rasul, menurunkan kitab-kitab, menjadikan wali dan orang pilihan(Nya) dari mereka, serta mencurahkan nikmat-nikmat lahir maupun bathin yang lain bagi mereka. ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ ﴿ "Dan kami angkut mereka di da-ratan," di atas tunggangan seperti unta, baghal, keledai dan kenda-raan-kendaraan darat, ﴾ وَٱلۡبَحۡرِ ﴿ "dan di lautan," dengan kapal-kapal dan perahu-perahu. ﴾ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ﴿ "Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik," dalam bentuk makanan, minuman, pakaian dan pasangan. Maka, tidak ada dari kebaikan yang berhubungan erat dengan kebutuhan mereka melainkan pasti Allah telah memuliakan mereka dengan-nya dan memudahkannya bagi mereka dengan semudah-mudahnya. ﴾ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا ﴿ "Dan Kami lebihkan mereka de-ngan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan," dengan keistimewaan khusus bagi mereka berupa jalan hidup yang baik dan mengutamakan mereka dengan aneka keutama-an yang tidak dimiliki makhluk lain dari jenis-jenis makhluk (yang ada). Apakah mereka tidak mau bersyukur kepada Dzat yang telah melimpahkan nikmatNya dan menepis bahaya? Jangan sampai nikmat-nikmat itu menghalangi mereka dari Dzat yang memberi nikmat itu sendiri, sehingga mereka sibuk dengan kenikmatan itu dari beribadah kepadaNya, bahkan tidak menutup kemungkinan menggunakannya dalam bermaksiat kepadaNya.