النحل
هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.
النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22
وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ وَٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٰتٌۢ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ١٢
(12) Maksudnya, Dia menundukkan hal-hal tersebut bagi kalian, semata-mata untuk berbagai macam kepentingan dan jenis-jenis kemaslahatan kalian, yang kalian tidak mungkin mengesam-pingkannya sama sekali. Di malam hari, kalian berada dalam ke-tenangan, tidur dan beristirahat. Di siang hari, kalian bertebaran untuk mengais mata pencaharian dan kebaikan agama dan duniawi. Dan dengan keberadaan matahari dan bulan, (kalian menikmati) pancaran cahaya dan sinar, kehangatan di pagi hari, (dapat mela-kukan) reboisasi pada pohon-pohon, tanaman-tanaman dan tumbuh-tumbuhan, mengeringkan benda-benda yang basah, menghilangkan kelembaban yang membahayakan tanah dan tubuh dan lain seba-gainya, yang merupakan bagian dari kebutuhan-kebutuhan primer dan sekunder, yang tergantung sekali dengan eksistensi matahari dan bulan. Pada matahari, bulan dan bintang-bintang terdapat unsur keindahan bagi langit, petunjuk arah dalam kegelapan di daratan maupun lautan, mengetahui waktu dan perhitungan masa, yang mana kandungan petunjuk dan tanda-tandanya sangat beragam. Untuk itu, Allah menyatukannya dalam FirmanNya, ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya)," yaitu bagi mereka yang mempunyai akal-akal yang mereka manfaatkan untuk merenungi dan memikirkan segala sesuatu yang telah disiap-kan untuknya, dia bisa memikirkan segala sesuatu yang dilihat dan didengarnya. Bukan seperti pandangan kaum yang lalai yang porsi analisanya adalah sebagaimana analisa hewan yang tidak berakal.