انتقل إلى المحتوى
Tafsir As-Saadi - Indonesian · ابراهيم
السورة ١٤

ابراهيم

هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.

النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22

الآية ٥٢

هَـٰذَا بَلَـٰغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُوا۟ بِهِۦ وَلِيَعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا هُوَ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ ٥٢

(52) Setelah menjelaskan keterangan yang nyata tentang al-Qur`an ini, Allah berfirman, ﴾ هَٰذَا بَلَٰغٞ لِّلنَّاسِ ﴿ "(Al-Qur`an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia", mereka mempersiapkan dan membekali diri dengannya menuju tingkatan tertinggi dan kemulia-an teristimewa. Karena al-Qur`an memuat prinsip-prinsip (al-Ushul), cabang-cabang, dan seluruh pengetahuan yang diperlukan oleh para hamba. ﴾ وَلِيُنذَرُواْ بِهِۦ ﴿ "Supaya mereka diberi peringatan", karena di dalamnya mengandung peringatan dari tindakan-tindakan buruk dan siksaan yang Allah persiapkan bagi para pelakunya. ﴾ وَلِيَعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ ﴿ "Dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa", di mana Allah telah menguraikan dalam al-Qur`an dalil-dalil dan bukti-bukti nyata mengenai ulu-hiyah (hak disembah) dan wihdaniyah (keesaan)Nya hingga telah menciptakan sebuah keyakinan yang haq. ﴾ وَلِيَذَّكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "Dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran", yaitu akal-akal yang sempurna. (Yaitu) orang-orang yang berhasil mengingat hal-hal yang bermanfaat bagi mereka (darinya), lantas mengerjakannya sedangkan hal-hal yang membahayakan mereka maka (segera) mereka tinggalkan. Dengan tindakan ini, mereka menjadi orang-orang yang berakal dan bermata hati jernih. Pasalnya, melalui al-Qur`an itu, pengetahuan dan pikiran-pikiran mereka semakin me-ningkat, pola pikir mereka bersinar lantaran memetiknya langsung dalam keadaan utuh masih segar. Sesungguhnya al-Qur`an itu tidaklah mengajak kecuali kepada akhlak yang paling luhur dan amalan yang paling utama. Tidak menguatkan pandangan itu ke-cuali dengan bukti yang paling kuat dan paling jelas. Kaidah ini, jika seseorang yang cerdik melatih diri dengannya, maka dia akan se-nantiasa berada di tangga atas dan selalu menanjak naik selama-nya dalam setiap budi pekerti. Walhamdu lillahi Rabbil 'alamin.