انتقل إلى المحتوى
Tafsir As-Saadi - Indonesian · يوسف
السورة ١٢

يوسف

هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.

النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22

الآية ١٠٠

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَبَتِ هَـٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيَـٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ ٱلسِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيْطَـٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ ١٠٠

(100) ﴾ وَرَفَعَ أَبَوَيۡهِ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ﴿ "Dan dia menaikkan kedua ibu bapak-nya ke atas singgasana", di atas tahta raja dan tempat duduk al-Aziz ﴾ وَخَرُّواْ لَهُۥ سُجَّدٗاۖ ﴿ "dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud ke-pada Yusuf", maksudnya ayah dan ibunya, serta para saudaranya bersujud kepada Yusuf dalam rangka mengagungkan, menghor-mati, dan memuliakan Yusuf. ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan berkatalah Yusuf", ketika menyaksikan pemandangan ini dan melihat sujud mereka kepada dirinya, ﴾ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأۡوِيلُ رُءۡيَٰيَ مِن قَبۡلُ ﴿ "Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu", saat bermimpi melihat sebelas bintang beserta matahari dan bulan bersujud kepadanya. Inilah kejadian nyata dari mimpinya yang kembali kepada dirinya sendiri dan sampai ke-padanya. ﴾ قَدۡ جَعَلَهَا رَبِّي حَقّٗاۖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan", Allah tidak menjadikannya hanya mimpi-mimpi kosong semata, ﴾ وَقَدۡ أَحۡسَنَ بِيٓ ﴿ "dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku", dengan kebaikan yang sangat besar ﴾ إِذۡ أَخۡرَجَنِي مِنَ ٱلسِّجۡنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلۡبَدۡوِ ﴿ "ketika Dia membebaskanku dari rumah penjara dan ketika Dia membawamu dari dusun padang pasir", ini termasuk cerminan sikap lembut dan keelokan gayanya عليه السلام dalam berbicara, di mana dia hanya menyebutkan kisah saat di penjara, tanpa menyinggung kondisi saat berada di dasar sumur, karena ketulusan maafnya bagi para saudaranya, dia tidak menyinggung kesalahan itu. Dan keda-tangan kalian dari dusun termasuk karena kebaikan Allah kepada diriku. Dia tidak berkata, "Dia membawa kalian dari kondisi kela-paran dan kesulitan", juga tidak mengatakan, "Dia telah berbuat baik kepada kalian semua", akan tetapi mengatakan, "Dia telah mencurahkan kebaikan kepadaku", akan tetapi Yusuf menjadikan kebaikan Allah kembali kepadanya. Mahaberkah Allah, Dzat yang telah mengistimewakan (dengan curahan rahmatNya) kepada orang yang Dia kehendaki dari kalangan para hambaNya dan memberi rahmat kepada mereka dari sisiNya, sesungguhnya Dia Dzat Yang Maha Memberi, ﴾ مِنۢ بَعۡدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بَيۡنِي وَبَيۡنَ إِخۡوَتِيٓۚ ﴿ "setelah setan meru-sakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku", dia pun tidak mengatakan, "Setelah setan merusak saudara-saudaraku," akan tetapi menganggap seakan-akan keteledoran dan dosa berasal dari kedua pihak. Maka segala puji bagi Allah yang telah menghinakan setan dan mengusirnya, dan mengumpulkan kita setelah perpe-cahan yang mencerai-beraikan. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٞ لِّمَا يَشَآءُۚ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki", Dia menyalurkan kebajikan dan kebaikan-Nya kepada seorang hamba tanpa dia (hamba itu) sadari dan me-nempatkannya pada kedudukan yang tinggi yang bebas dari segala urusan yang dibencinya. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui", segenap perkara yang zahir dan batin, rahasia-rahasia para hambaNya serta bisikan hati mereka. ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Lagi Mahabijaksana", dalam meletakkan urusan-urusan pada tempat se-mestinya dan mengerahkan perkara-perkara pada waktunya yang telah ditentukan.