هود
هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.
النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22
قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَرَزَقَنِى مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَآ أَنْهَىٰكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا ٱلْإِصْلَـٰحَ مَا ٱسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ ٨٨
(88) ﴾ قَالَ ﴿ "Syu'aib berkata", kepada mereka,﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni keyakinan dan ketenangan ten-tang kebenaran agama yang aku bawakan, ﴾ وَرَزَقَنِي مِنۡهُ رِزۡقًا حَسَنٗاۚ ﴿ "dan Dia menganugerahiku dari padaNya rizki yang baik (patutkah aku menya-lahi perintahNya)?" Yakni Allah memberiku berbagai macam harta kekayaan. ﴾ و َ ﴿ "Dan" aku tidak ﴾ أُرِيدُ أَنۡ أُخَالِفَكُمۡ إِلَىٰ مَآ أَنۡهَىٰكُمۡ عَنۡهُۚ ﴿ "berke-hendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larangkan untukmu." Aku tidak ingin melarangmu dari perbuatan curang da-lam timbangan dan takaran sedangkan aku melakukannya sehingga akibatnya adalah aku dituduh dalam hal itu, justru tidaklah aku melarang suatu perkara melainkan akulah orang pertama yang meninggalkannya. ﴾ إِنۡ أُرِيدُ إِلَّا ٱلۡإِصۡلَٰحَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُۚ ﴿ "Tidaklah aku bermaksud melainkan (men-datangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan." Aku tidak me-miliki tujuan melainkan agar keadaanmu baik dan kemanfaatanmu lurus, aku tidak memiliki sedikit tujuan pribadi menurut kesang-gupanku. Ketika ini mengandung pujian terhadap diri sendiri maka dia menepisnya dengan ucapan, ﴾ وَمَا تَوۡفِيقِيٓ إِلَّا بِٱللَّهِۚ ﴿ "Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah." Maksudnya, taufik yang aku dapatkan untuk melakukan kebaikan dan menghindari keja-hatan, tidak lain kecuali dari Allah, bukan karena daya dan kekuat-anku. ﴾ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ ﴿ "Hanya kepada Allah aku bertawakal." Aku bersandar kepadaNya dalam urusanku, dan aku percaya dengan jaminanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ أُنِيبُ ﴿ "Dan hanya kepadaNya-lah aku kembali," dalam menunaikan ibadah yang Dia perintahkan kepadaku. Dalam hal ini terdapat makna usaha mendekatkan diri kepadaNya dengan perbuatan-perbuatan baik. Dengan dua perkara ini, segala urusan seorang hamba menjadi lurus yaitu meminta pertolongan kepada Allah dan kembali kepadaNya sebagaimana FirmanNya, ﴾ فَٱعۡبُدۡهُ وَتَوَكَّلۡ عَلَيۡهِۚ ﴿ "Maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepadaNya."(Hud: 123), Dan Dia berfirman, ﴾ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ 5 ﴿ "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5).